Gracefully Aging Isn’t a Myth: Teresia Agustino, Wajah di Balik DUVADERM & Arti Awet Muda yang Sebenarnya

Di dunia yang sibuk mengejar kata anti-aging, Teresia Agustino justru memilih pendekatan yang lebih jujur: gracefully aging.

Ia tidak menyangkal waktu.
Ia tidak berusaha menghapus jejak kehidupan dari wajahnya.
Ia hanya memastikan bahwa setiap perubahan, setiap guratan, dirawat dengan penuh kesadaran serta kehati-hatian. 

Sebagai muse terakhir dalam campaign anniversary SIXperience, Teresia Agustino bukan sekadar penutup. Ia adalah inti dari cerita ketangguhan itu sendiri. Wajah yang merepresentasikan filosofi DUVADERM—bahwa awet muda bukan tentang melawan usia, melainkan tentang memahami kulit, kehidupan, dan diri sendiri.

Because aging is not something to fear.
It’s something to embrace and understand.

Perempuan dengan Banyak Peran, Dijalani Sepenuhnya

Sebelum dikenal sebagai owner DUVADERM, Teresia Agustino adalah—dan tetap—seorang ibu rumah tangga. Seorang istri. Seorang ibu yang hidupnya berputar di sekitar keluarga.

Namun hidupnya tidak berhenti di satu peran.

Ia adalah perempuan aktif yang terus bergerak, bersosialisasi, dan membangun relasi. Ia hadir di berbagai lingkar pertemanan, tetap terlibat, tetap relevan, dan tetap menjadi dirinya sendiri—tanpa harus melepaskan identitasnya sebagai perempuan di rumah.

Hari-harinya dipenuhi aktivitas, tanggung jawab, percakapan, dan keputusan. Ia mengatur rumah, menjaga keluarga, membangun koneksi, dan tetap memberi ruang bagi dirinya sendiri sebagai individu yang berkembang.

Dan semua itu meninggalkan jejak—terutama pada wajahnya.

Bagi Teresia, setiap garis halus dan perubahan pada kulit bukan tanda kelemahan.
It is proof of a life fully lived.

Lebih dari Ibu Rumah Tangga: Seorang Womanpreneur

Di balik peran domestik dan sosialnya, Teresia Agustino juga adalah seorang womanpreneur. Bukan owner yang hadir dari kejauhan, tetapi sosok yang terlibat langsung—mendengarkan, membangun relasi, dan memastikan setiap nilai brand tetap berjalan pada tempatnya.

Ia mencurahkan waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk membangun DUVADERM. Menjalin koneksi yang sehat dengan tim, mitra, dan komunitas. Memastikan setiap keputusan tidak hanya masuk akal secara bisnis, tetapi juga relevan secara manusiawi.

Leadership, for her, is not about control.
It’s about care, clarity, and consistency.

Wajah yang Bersinar, Bukan Sekadar Terlihat Muda

Teresia Agustino kerap dikagumi. Ia sering dipercaya menjadi muse berbagai peragaan busana desainer. Bukan karena ia terlihat “tanpa usia”, melainkan karena ia memiliki sesuatu yang jauh lebih langka: presence.

Ada ketenangan dalam caranya membawa diri.
Ada kepercayaan diri yang tidak dibuat-buat.
Ada energi yang membuat orang memperhatikan—tanpa ia perlu meminta perhatian.

In every room she enters, she becomes the center of attention.
Not because she tries to stand out, but because she simply is.

Wajahnya selalu memberi kesan hidup. Terawat, tetapi tidak kaku. Matang, namun tetap hangat. Dari sanalah makna awet muda terasa lebih nyata—bukan sebagai tampilan visual semata, tetapi sebagai kualitas diri.

Inilah yang menjadikannya the face of DUVADERM—bukan sebagai strategi visual, melainkan sebagai cerminan nilai.


This Is Where DUVADERM Starts

DUVADERM tidak lahir dari tren.
Ia lahir dari sebuah keresahan.

Keresahan melihat begitu banyak brand skincare bermunculan, namun sedikit yang benar-benar memahami konteks kulit di Asia Tenggara.

Sebagai perempuan yang hidup di wilayah ini, Ibu Teresia Agustino memahami realitas kulit sehari-hari:

  • Paparan sinar UV yang hadir dan menyapa dari berbagai sumber media
  • Kelembapan yang tinggi dan panas ekstrem
  • Polusi, debu, dan tekanan gaya hidup urban

Kondisi ini membuat tanda-tanda penuaan dini, kerutan wajah, dan berbagai masalah kulit muncul lebih cepat—bahkan sejak usia muda.

Sementara itu, banyak skincare premium dunia dikembangkan untuk negara dengan empat musim—udara dingin, kering, dan jauh dari realitas kulit tropis.

Skin doesn’t exist in theory.
It exists in context.

Dan di sinilah DUVADERM menemukan alasannya untuk ada. Kulit Asia Tenggara membutuhkan pendekatan yang berbeda—lebih relevan, lebih presisi, dan lebih jujur terhadap realitas.

Bukan Anti-Aging, Tapi Gracefully Aging

Teresia Agustino tidak pernah menolak usia.
Ia hanya menolak menua tanpa kesadaran.

Baginya, gracefully aging bukan tentang berserah diri, tetapi tentang pilihan. Pilihan untuk tetap merawat kulit, menjaga kualitasnya, dan mendukung proses alaminya seiring waktu.

Ia bangga menua.
Namun wajahnya tetap harus dirawat—agar sejalan dengan kehidupan yang terus bergerak.

Because skincare is not about turning back time.
It’s about supporting skin through time.

The Science That Shapes DUVADERM

DUVADERM dibangun melalui pendekatan molecular skincare—sebuah kolaborasi lintas disiplin yang menyatukan Chemistry, Biochemistry, Pharmacy, Microbiology, and Chemical Engineering dalam satu sistem yang saling terhubung.

Setiap formulasi dirancang dengan satu prinsip utama: precision over noise.

  • Chemists memastikan setiap bahan bekerja selaras.
  • Biochemists memahami bagaimana kulit merespons stres, usia, dan perubahan.
  • Pharmacists memvalidasi klaim dengan data, bukan janji kosong.
  • Microbiologists menjaga keseimbangan alami kulit.
  • Chemical engineers memastikan stabilitas dan konsistensi di setiap botol.

Pendekatan ini memungkinkan DUVADERM bekerja di level paling dasar kulit—molekul—tanpa membebani atau memaksa. Menjadikan kulit wajah lebih kuat dan sehat. 

Because when science is done right, it doesn’t need to be loud.

Ageless Peptide Serum: Botox in a Bottle

Salah satu perwujudan paling nyata dari filosofi ini adalah Ageless Peptide Serum.

Serum ini sering disebut sebagai “botox in a bottle”—bukan sebagai gimmick, melainkan karena cara kerjanya yang cerdas dan presisi.

Diformulasikan dengan 225 active peptides, Ageless Peptide Serum bekerja mendukung komunikasi antar sel kulit, membantu proses regenerasi, serta menyamarkan tampilan kerutan wajah dan tanda-tanda penuaan dini.

Peptides don’t force the skin.
They guide it.

Alih-alih mengunci ekspresi, serum ini membantu kulit tetap kuat, responsif, dan terjaga—terutama di iklim tropis Asia Tenggara. Tak berlebihan jika banyak yang menyebutnya sebagai salah satu serum wajah terbaik untuk kebutuhan kulit di wilayah ini.

teresia-agustino-duvaderm
teresia-agustino-duvaderm

 

Awet Muda Adalah Pilihan yang Sadar

Bagi Teresia Agustino, self care bukan kemewahan.
Ia adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Merawat kulit bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kehadiran. Tentang menghargai tubuh yang terus menemani setiap fase kehidupan—yang sibuk, yang melelahkan, dan yang bermakna.

True beauty doesn’t come from looking younger.
It comes from knowing yourself better.

SIXperience dan Makna Penutup

Campaign SIXperience menghadirkan enam muse dengan latar, kekuatan, serta cara memandang waktu yang berbeda. Bagaimana mereka memaknai setiap guratan di wajah sebagai tanda perjuangan. Teresia Agustino hadir sebagai muse terakhir—bukan sekadar penutup, melainkan fondasi dari sebuah kisah mencintai diri sendiri. 

Ia adalah cerita di balik DUVADERM.
Inspirasi wanita yang membuktikan bahwa sains, keindahan, dan kehidupan nyata bisa berjalan beriringan.

A Different Way to Look at Aging

DUVADERM tidak menjanjikan wajah tanpa usia.
DUVADERM menjanjikan kulit yang dipahami, didukung, dan dirawat dengan benar.

Because when you truly understand skin,
you no longer need to fight it.

Dan mungkin, itulah arti awet muda yang sesungguhnya.

Scroll to Top